This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 08 November 2023

Terdakwa Korupsi Rp 8,2 Miliar Sebut Keterlibatan 2 Pejabat Lain di Lingkup Pemprov Jatim

 


SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Bekas Kadispendik Jatim, Syaiful Rachman, menyeret keterlibatan dua pejabat lain dalam perkara korupsi yang menjadikannya sebagai terdakwa.

Pada sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Surabaya, Selasa (7/11/2023) siang, Syaiful Rachman menyebut nama bekas Kepala Bidang SMK Dispendik Jatim, Hudiyono dan Kepala Seksi Sarana Prasarana (Sarpras) Bidang Pembinaan Pendidikan SMA Dispendik Jatim, Agus Karyanto.  

Seperti diketahui, dalam perkara ini Syaiful Rachman diadili bersama bekas kepala SMK swasta di Jember, Eny Rustiana.

Mereka didakwa korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Dispendik Jatim tahun 2018 hingga merugikan negara Rp 8,2 miliar. 

Mengenai Hudiyono, selain menjabat di lingkungan Dispendik Jatim, dia juga pernah menjadi Pj Bupati Sidoarjo, Biro Kesra Setdaprov Jatim, Plt Kadispendik Jatim, sempat jadi Kadisbudpar Jatim, dan telah resmi pensiun dini, pekan lalu. 

Sosok Hudiyono pernah dihadirkan sebagai saksi juga dalam sidang kasus ini pada Selasa (24/10/2023). 

Syaiful Rachman menjawab rentetan pertanyaan yang diajukan Penasehat Hukumnya, Syaiful Maarif. 

Syaiful Rachman menjelaskan setiap pertemuan yang membahas soal proyek pembangunan Ruang Praktik Siswa (RPS) yang akhirnya menyeret dirinya ke pengadilan. Ia tak cuma membahasnya bersama terdakwa Eny Rustiana, melainkan berempat dengan Hudiyono dan Agus Karyanto.

Sosok Agus Karyanto diketahui merupakan Kepala Sbekasi Sarana Prasarana (Sarpras) Bidang Pembinaan Pendidikan SMA Dispendik Jatim. 

"Di pertemuan itu, saya tidak pernah pertemuan berdua. Pertemuan saya Pak Hudiyono, Pak Agus Karyanto dan Bu Eny," ujar terdakwa Syaiful Rachman. 

Syaiful Rachman menjelaskan mengenai pencairan dana pada tiga bulan pertama pada tahun 2018 belum terealisasi. 

Ia menjelaskan, memang benar proses pencairan dana tersebut berlansung dalam tiga termin. Dalam setiap termin terdapat tenggat waktu. Jika terlewat, pencairan dana tersebut hangus. 

Saat menghadapi masalah tersebut, terdakwa Syaiful Rachman sempat berupaya mencari solusinya dengan mendatangkan tim dari BPKAD Jatim. 

"Saya panggil Tim BPKAD Agus, dengan timnya disaksikan Pak Hudiyono dan Bu Aminatun kasubag keuangan," katanya. 

Ternyata, penjelasan yang diperoleh dari pihak BPKAD Jatim, DAK belum dicairkan dari Kementerian Keuangan ke BPKAD Jatim. Karena sifat DAK berbeda dengan APBD. Sehingga pihak BPKAD Jatim tidak dapat dipaksakan. 

DAK bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P). Penetapannya pada Bulan Oktober, dan pencairannya pada Bulan November. 

Sehingga, penjelasan ini, yang dimaksud oleh terdakwa Syaiful Rachman, menjawab pertanyaan mengenai mengapa kalkulasi waktu pencairan dana untuk SMK dalam proyek ini, terbilang aneh. 

"Jadi tidak ada kesengajaan dan upaya kita menggandengkan 30 persen ke 70 persen, karena memang itu kondisi yang ada dari Kemenkeu ke Provinsi Jatim," jelas terdakwa Syaiful Rachman. 

Kemudian, ia menjelaskan mengenai alasannya menandatangani laporan pertanggungjawaban yang dibuat oleh pihak kepala sekolah (kepsek) meskipun tahu permasalahan soal pencairan anggaran dalam proyek tersebut. 

terdakwa Syaiful Rachman menerangkan, proses penandatanganan yang dilakukan terhadap laporan pertanggungjawaban yang dibuat oleh masing-masing kepsek, sudah sesuai dengan petunjuk kementerian. 

Kalau tidak segera ditandatangani, pencairan dana tersebut bakal batal atau hangus. Otomatis proyek terbengkalai. Apalagi sudah ada sejumlah sekolah yang melanjutkan pembangunan dengan dana talangan mandiri. 

"Padahal kita orientasinya peningkatan mutu SMK di Jatim. Dengan peluang mendapatkan pembangunan ruang RPS untuk meningkatkan kualitas SMK negeri dan swasta," ungkap terdakwa Syaiful Rachman. 

"(Mekanisme pencairan uang 3 termin. Kok anda tanda tangan Surat Permintaan Membayar, jadi 2) Alasan saya, ada informasi dari BPKAD Jatim, disamping dari kementerian, DAK ini masuk anggaran APBN-P, jadi bukan anggaran mulai awal tahun. Jadi turunnya itu otomatis molor. Karena APBNP Oktober, lalu cair ke provinsi lolos sampai November," tambahnya. 

Selanjutnya, terdakwa Syaiful Rachman menjelaskan mengenai alasannya mengumpulkan para kepsek SMK penerima DAK untuk pembangunan RPS dan pengadaan mebeler.

Pertemuan yang diselenggarakan di hotel tersebut, murni sebagai cara agar menyelesaikan masalah pembangunan karena terkendala pembayaran dan pembuatan laporan pertanggungjawaban. 

Karena, ia memperoleh laporan masih banyak para kepsek yang mengalami permasalahan tersebut. Sehingga, dengan mengadakan acara bimbingan teknis (bimtek) tersebut, permasalahan itu dapat teratasi secara baik.

Nah, guna pelaksanaan pelatihan bimtek tersebut berjalan secama maksimal. Pihaknya menerapkan peraturan teknis agar para kepsek peserta bimtek meletakkan ponsel di depan, agar lebih fokus menyimak pemaparan pemateri. 

"Bu Eny mengacungkan tangan sebagai salah satu peserta. Mengutarakan bahwa kalau ada yang sudah dikerjakan Bu Eny, belum dibayar. Karena ada tim teknis, Maka saya menyatakan bahwa silahkan sekolah sekolah yang belum bayar supaya membayar. Dan untuk selanjutnya urusannya ke tim teknis," terang terdakwa Syaiful Rachman. 

"Saya gak sampai jauh ke teknis. Karena yang saya urusin banyak. Mohon maaf, dinas pendidikan ini anggarannya Rp12,5 triliun. Jadi saya tidak hanya di satu tempat ini. Tapi fokus-fokus lain, dana BOS harus dicairkan. Dana Rp12,5 Triliun itu mayoritas dana mengalir langsung ke lapangan," tambahnya. 

Disinggung mengenai ada tidaknya uang yang mengalir kepada dirinya. terdakwa Syaiful Rachman menegaskan, dirinya tidak menerima uang sepeserpun dari proyek ini. 

"Tidak ada (sekolah atau kantor pusat). Saya sebagai pemimpin, saya tidak mau, karena sebagian ASN. Saya harus kerjakan secara cepat," pungkasnya. 

Setelah para anggota Tim PH kedua terdakwa puas memberikan pertanyaan yang bakal menghasilkan jawaban cenderung meringankan. 

Kini, giliran Hakim Ketua Arwana mengajukan pertanyaan lanjutan. Pertanyaan sederhana, namun menohok. 

Hakim Ketua Arwana menanyakan kedua terdakwa dengan pertanyaan sama. Yakni isinya; apakah keduanya merasa bersalah atas kasus hukum yang menjerat mereka kini. 

"Kepada Pak Syaiful, kemarin sudah diperiksa saksi, ahli dan anda dimintai keterangan di sini, apakah anda merasa bersalah dalam hal ini," tanya Hakim Ketua Arwana. 

terdakwa Syaiful Rachman menjawab secara singkat dan lugas bahwa dirinya tidak bersalah, "saya tidak merasa bersalah."

Atas pertanyaan yang sama, terdakwa Eny Rustiana juga memberikan jawaban yang mirip. Bahwa dirinya tidak merasa bersalah, "saya juga tidak merasa bersalah bu, Yang Mulia."

Sekadar diketahui, akhirnya terungkap modus bekas Kadispendik Jatim, Syaiful Rachman dan bekas kepala SMK swasta di Jember, Eny Rustiana, dalam menyunat dana renovasi pembangunan atap dan pembelian mebeler seluruh SMK se-Jatim. 

Nilai kerugian negara akibat praktik dugaan korupsi yang dilakukan kedua tersangka, sekitar Rp8,2 miliar. 

Uang tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Dispendik Jatim, tahun 2018, dengan nilai keseluruhan Rp63 miliar. 

Seharusnya uang tersebut dialokasikan kepada 60 SMK; 43 SMK negeri dan 17 SMK swasta, untuk pembangunan ruang praktik siswa (RPS), pembangunan rangka atap rangka berbahan

Besi WF (Wide Flange Iron), beserta pembelian perabotan mebeler, secara swakelola. 

Panit Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Jatim Ipda Aan Dwi Satrio Yudho menerangkan, dalam pelaksanaan, proses pencairan dana tersebut disunat oleh kedua tersangka.

Modusnya, ada beberapa prosedur pembelian bahan material pembangunan dan perabotan mebeler, diwajibkan melalui mekanisme akal-akalan yang ditetapkan kedua tersangka. 

Cara kerjanya, khusus untuk pengadaan perabotan mebeler dan atap rangka berbahan

Besi WF, diwajibkan melalui mekanisme pencairan dana yang dikelola melalui kedua tersangka. 

Kedua tersangka menginstruksikan kepada semua kepala sekolah SMK swasta dan negeri untuk memberikan sebagian dari dana alokasi tersebut dengan beragam nilai nominal, kepada para tersangka.

Agar siasat dan akal-akalan para tersangka berjalan mulus. Aan mengungkapkan, tersangka Syaiful Rachman mengumpulkan semua kepala sekolah SMK negeri dan swasta di sebuah tempat pertemuan untuk melakukan rapat internal. 

Di dalam ruang rapat tersebut, para peserta rapat; para kepala sekolah SMK, dilarang membawa ponsel. Artinya, ia menginstruksikan para peserta rapat untuk meletakkan atau menyimpan ponsel miliknya di luar ruangan. 

Selama berlangsungnya rapat. Aan menambahkan, tersangka Syaiful Rachman memberikan instruksi khusus agar proses pembelian rangka atap dan mebeler dapat dilakukan secara kolektif kepada tersangka Eny Rustiana. 

"Dalam acara tersebut, para kepala sekolah dikumpulkan oleh kepala dinas, yang pada waktu saat itu. Dihimbau oleh kadis HP untuk dikeluarkan atau tidak dimasukkan ke dalam ruang rapat tersebut. Kadis menyampaikan terkait pengadaan atap dan mebeler, nanti dikelola oleh saudara ER," katanya dalam jumpa pers di Ruang Pertemuan Gedung Ditreskrimsus Mapolda Jatim, Kamis (3/8/2023). 

Kedua terdakwa dikenakan dakwaan sesuai Pasal 2, subsidair Pasal 3 juncto pasal 18 UU RI No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan UU RI No 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas UU RI No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

















SUMBER : https://suryamalang.tribunnews.com/2023/11/07/terdakwa-korupsi-rp-82-miliar-sebut-keterlibatan-2-pejabat-lain-di-lingkup-pemprov-jatim?page=4

Selasa, 07 November 2023

STOK PRODUK WONGPASAR GROSIR MALANG 07/11/2023


Ready Stok Bedcover Akiko 160 X 200

Bedcover Akiko 160 bella 
Bedcover Akiko 160 Candy 
Bedcover Akiko 160 Twister 
Bedcover Akiko 160 Pricillia
Bedcover Akiko 160 Gianna 
Bedcover Akiko 160 Boo. Boo 
Bedcover Akiko 160 Luigi
Bedcover Akiko 160 Galaxi
Bedcover Akiko 160 Johnson

Motif Bisa Berubah apabila sudah di order customer atau Reseller

Ready Stok Bedcover Fata 180 X 200 Sprei Rumbai

Bedcover Fata 180 Geneva 
Bedcover Fata 180 shenna 
Bedcover Fata 180 yuna
Bedcover Fata 180 yuriko 
Bedcover Fata 180 sunny 
Bedcover Fata 180 calendra  
Bedcover Fata 180 winter sonata 
Bedcover Fata 180 jenica

Motif Bisa Berubah apabila sudah di order customer atau Reseller

Ready Stok Bedcover Fata 180 X 200 Sprei Flat

Bedcover Fata 180 pineapple  
Bedcover Fata 180 ollando 
Bedcover Fata 180 brunella 
Bedcover Fata 180 trinity garden 
Bedcover Fata 180 Geneva 
Bedcover Fata 180 orellia 
Bedcover Fata 180 elvetta 
Bedcover Fata 180 Millie 
Bedcover Fata 180 Sunny 
Bedcover Fata 180 shenna

Motif Bisa Berubah apabila sudah di order customer atau Reseller

Ready Stok Bedcover Rosanna Vito 160 X 200 Sprei Polos

Bedcover Rosanna Vito 160 marron 
Bedcover Rosanna Vito 160 dark  green 
Bedcover Rosanna Vito 160 gold 
Bedcover Rosanna Vito 160 red 
Bedcover Rosanna Vito 160 malibu blue 
Bedcover Rosanna Vito 160 dark violet 
Bedcover Rosanna Vito 160 green peacock 

Motif Bisa Berubah apabila sudah di order customer atau Reseller

Ready Stok Bedcover Rosanna Vito 180 X 200 Sprei polos

Bedcover Rosanna Vito 180 Lilac 
Bedcover Rosanna Vito 180 turquise 
Bedcover Rosanna Vito 180 gold 
Bedcover Rosanna Vito 180 burgundy.

Motif Bisa Berubah apabila sudah di order customer atau Reseller

Ready Stok Bedcover Akiko 180 X 200

Bedcover Akiko 180 teddy bear .
Bedcover Akiko 180 Boo. Boo
Bedcover Akiko 180 combodia 
Bedcover Akiko 180 felis 
Bedcover Akiko 180 Crytal 
Bedcover Akiko 180 Magnolia  
Bedcover Akiko 180 hudson 
Bedcover Akiko 180 romantic dream
Bedcover Akiko 180 Bella 
Bedcover Akiko 180 Georgia 
Bedcover Akiko 180 Sweefie

Motif Bisa Berubah apabila sudah di order customer atau Reseller

Ready Stok Bedcover My Love 160 X 200 Sprei Flat

Bedcover My Love 160 Kaila 
Bedcover My Love 160 Fiero 
Bedcover My Love 160 Nordic 
Bedcover My Love 160 Coastal
Bedcover My Love 160 Nania

Motif Bisa Berubah apabila sudah di order customer atau Reseller

Ready Stok Bedcover Kintakun D'luxe 180 X 200 Sprei Rumbai

Bedcover Kintakun D'luxe 180 Utari 
Bedcover Kintakun D'luxe 180 Andari 
Bedcover Kintakun D'luxe 180 Amina 
Bedcover Kintakun D'luxe 180 Savita 
Bedcover Kintakun D'luxe 180 Raffly 
Bedcover Kintakun D'luxe 180 Gemi 
Bedcover Kintakun D'luxe 180 Randika 
Bedcover Kintakun D'luxe 180 Rena 
Bedcover Kintakun D'luxe 180 Iswara

Motif Bisa Berubah apabila sudah di order customer atau Reseller

Ready Stok Bedcover Kintakun D'luxe 180 X 200 Sprei Flat

Bedcover Kintakun D'luxe 180 Rena   
Bedcover Kintakun D'luxe 180 Tarani 
Bedcover Kintakun D'luxe 180 Gista 
Bedcover Kintakun D'luxe 180 Amerta 
Bedcover Kintakun D'luxe 180 Utari 
Bedcover Kintakun D'luxe 180 Rafly 
Bedcover Kintakun D'luxe 180 Randika

Motif Bisa Berubah apabila sudah di order customer atau Reseller

Ready Stok Sprei Kintakun D'luxe 180 X 200

Sprei Kintakun D'luxe 180 Citra
Sprei Kintakun D'luxe 180 Adira 
Sprei Kintakun D'luxe 180 Kartika 
Sprei Kintakun D'luxe 180 Gista 
Sprei Kintakun D'luxe 180 Andari  
Sprei Kintakun D'luxe 180 Candramawa
Sprei Kintakun D'luxe 180 Rena 
Sprei Kintakun D'luxe 180 Savita 
Sprei Kintakun D'luxe 180 Adisti  
Sprei Kintakun D'luxe 180 Janitra 
Sprei Kintakun D'luxe 180 Madana

Motif Bisa Berubah apabila sudah di order customer atau Reseller

Ready Stok Sprei Kintakun D'luxe 160 x 200

Sprei Kintakun D'luxe 160 Tarani 
Sprei Kintakun D'luxe 160 Randika 
Sprei Kintakun D'luxe 160 Amerta 
Sprei Kintakun D'luxe 160 Rahajeng 
Sprei Kintakun D'luxe 160 Wira 
Sprei Kintakun D'luxe 160 Utari 
Sprei Kintakun D'luxe 160 Ariandra
Sprei Kintakun D'luxe 160 Adisti
Sprei Kintakun D'luxe 160 Gian 
Sprei Kintakun D'luxe 160 Candrika 
Sprei Kintakun D'luxe 160 Amina 
Sprei Kintakun D'luxe 160 Gemi
Sprei Kintakun D'luxe 160 Gista 
Sprei Kintakun D'luxe 160Thania 
Sprei Kintakun D'luxe 160 Aini .
Sprei Kintakun D'luxe 160 Citra 
Sprei Kintakun D'luxe 160 Litani 
Sprei Kintakun D'luxe 160 Nadhar 
Sprei Kintakun D'luxe 160 Citra

Motif Bisa Berubah apabila sudah di order customer atau Reseller

Ready Stok Sprei Kintakun D'luxe 200 X 200

Sprei Kintakun D'luxe 200 Utari 
Sprei Kintakun D'luxe 200 Ametra
Sprei Kintakun D'luxe 200 Adisti 
Sprei Kintakun D'luxe 200 Kirana 
Sprei Kintakun D'luxe 200 Dahayu
Sprei Kintakun D'luxe 200 Iswara  
Sprei Kintakun D'luxe 200 Tiwi 
Sprei Kintakun D'luxe 200 Andari
Sprei Kintakun D'luxe 200 Rena 
Sprei Kintakun D'luxe 200 Lavana

Motif Bisa Berubah apabila sudah di order customer atau Reseller

Ready Stok Bedcover My Love 160 X 200 Sprei Rumbai

Bedcover My Love 160 Kazumi 
Bedcover My Love 160 Ilona 
Bedcover My Love 160 Nordic 
Bedcover My Love 160 Giona 
Bedcover My Love 160 Pink polka 
Bedcover My Love 160 Botanic 
Bedcover My Love 160 Linnea 
Bedcover My Love 160 paola 
Bedcover My Love 160 Enzo 
Bedcover My Love 160 Krissy

Motif Bisa Berubah apabila sudah di order customer atau Reseller

Ready Stok Bedcover My Love 180 X 200 Sprei Flat

Bedcover My Love 180 Kazumi 
Bedcover My Love 180 Grania
Bedcover My Love 180 Lavenia 
Bedcover My Love 180 Savuri 
Bedcover My Love 180 Village

Motif Bisa Berubah apabila sudah di order customer atau Reseller

Ready Stok Bedcover My Love 180 X 200 Sprei Rumbai

Bedcover My Love 180 Kalia 
Bedcover My Love 180 Sekar 
Bedcover My Love 180 Dyra
Bedcover My Love 180 Pink polka
Bedcover My Love 180 Kazumi 
Bedcover My Love 180 Linnea
Bedcover My Love 180 Haruka 
Bedcover My Love 180 Arnav 
Bedcover My Love 180 Nigella

Motif Bisa Berubah apabila sudah di order customer atau Reseller

Ready Stok Sprei Rosana Vito Polos 120 X 200

Sprei Rosana Vito Polos 120 Dark green 
Sprei Rosana Vito Polos 120 Malibu blue 
Sprei Rosana Vito Polos 120 Olive greem 
Sprei Rosana Vito Polos 120 Marron  
Sprei Rosana Vito Polos 120 Shapiere Blue
Sprei Rosana Vito Polos 120 Dusty pink   
Sprei Rosana Vito Polos 120 Turquise

Motif Bisa Berubah apabila sudah di order customer atau Reseller

Ready Stok Bedcover Akiko 120 X 200

Bedcover Akiko 120 Candy 
Bedcover Akiko 120 Georgia 
Bedcover Akiko 120 Blosoom 
Bedcover Akiko 120 Twister 
Bedcover Akiko 120 Crystal
Bedcover Akiko 120 Sicillia
Bedcover Akiko 120 Gizo

Motif Bisa Berubah apabila sudah di order customer atau Reseller

Ready Stok Sprei Bonita 120 X 200

Sprei Bonita 120 Green tulip .
Sprei Bonita 120 Venetta 
Sprei Bonita 120 Romamtico  
Sprei Bonita 120 Spazio 
Sprei Bonita 120 Geraldine 
Sprei Bonita 120 Unicorn cute
Sprei Bonita 120 Yanna 
Sprei Bonita 120 Everest 
Sprei Bonita 120 Jungle park 
Sprei Bonita 120 BT21 lovely 
Sprei Bonita 120 Pamela 
Sprei Bonita 120 Myrna 
Sprei Bonita 120 Herlina  
Sprei Bonita 120 Jennie
Sprei Bonita 120 Little Cowboy 
Sprei Bonita 120 Teddy love 
Sprei Bonita 120 BT21  funny 
Sprei Bonita 120 Adelia
Sprei Bonita 120 Owen 
Sprei Bonita 120 Viona
Sprei Bonita 120  red lily

Motif Bisa Berubah apabila sudah di order customer atau Reseller

Ready Stok Bedcover Fata 120 X 200

Bedcover Fata 120 Olive 
Bedcover Fata 120 Winter sonata 
Bedcover Fata 120 Yuna 
Bedcover Fata 120 LV alma 
Bedcover Fata 120 Sunny  
Bedcover Fata 120 Yuriko 
Bedcover Fata 120 Kaira
Bedcover Fata 120 Honey moon 
Bedcover Fata 120 Oriana
Bedcover Fata 120 Flaminggo pink 
Bedcover Fata 120 calendra

Motif Bisa Berubah apabila sudah di order customer atau Reseller

Ready Stok Bedcover Fata Polos 120 X 200

Bedcover Fata Polos 120 Marline blue 
Bedcover Fata Polos 120 Moss green 
Bedcover Fata Polos 120 Antlantic green 
Bedcover Fata Polos 120 hawai ocean  
Bedcover Fata Polos 120 Almond 
Bedcover Fata Polos 120 Clover

Motif Bisa Berubah apabila sudah di order customer atau Reseller

Ready Stok Sprei Fata 90 X 200

Sprei Fata 90 Lovela 
Sprei Fata 90 Yuriko 
Sprei Fata 90 Elvetta
Sprei Fata 90 Shenna 
Sprei Fata 90 Oliver 
Sprei Fata 90 Honey moon 
Sprei Fata 90 Daphne 
Sprei Fata 90 Hachi 
Sprei Fata 90 Holly 
Sprei Fata 90 Calendra 
Sprei Fata 90 Red paris
Sprei Fata 90 Freya
Sprei Fata 90 Landson 
Sprei Fata 90 Flaminggo navy 
Sprei Fata 90 Haruka 
Sprei Fata 90 Black florest 
Sprei Fata 90 Gloria 
Sprei Fata 90 Wilona 
Sprei Fata 90 Atmosphere
Sprei Fata 90 Maggie 
Sprei Fata 90 Velove
Sprei Fata 90 Red paris 

Motif Bisa Berubah apabila sudah di order customer atau Reseller

Ready Stok Sprei Fata 120 x 200

Sprei Fata 120 Janica 
Sprei Fata 120 Landson 
Sprei Fata 120 Yuriko
Sprei Fata 120 Haruka 
Sprei Fata 120 Hachi 
Sprei Fata 120 Holly 
Sprei Fata 120 Elvetta 
Sprei Fata 120 Yuna 
Sprei Fata 120 Gloria 
Sprei Fata 120 Calendra
Sprei Fata 120 Callysta 
Sprei Fata 120 Calvina 
Sprei Fata 120 BT21 
Sprei Fata 120 winter sonata 
Sprei Fata 120 Nadiva 
Sprei Fata 120 Red paris
Sprei Fata 120 Sunny 
Sprei Fata 120 Oriana 

Motif Bisa Berubah apabila sudah di order customer atau Reseller

Ready Stok Sprei Fata Sorong 120 x 200

Sprei Fata Sorong 120 Kennedy  
Sprei Fata Sorong 120 Kaktus 
Sprei Fata Sorong 120 Combodia 
Sprei Fata Sorong 120 Flamimggo navy 
Sprei Fata Sorong 120 Flaminggo pink
Sprei Fata Sorong 120 Shakira 
Sprei Fata Sorong 120 Napoleon 
Sprei Fata Sorong 120 Holly 
Sprei Fata Sorong 120 Gwenn 
Sprei Fata Sorong 120 Sunny
Sprei Fata Sorong 120 Bambo 
Sprei Fata Sorong 120 Claretta 
Sprei Fata Sorong 120 Tiramisu 
Sprei Fata Sorong 120 Ibiza  blue 
Sprei Fata Sorong 120 Black pearl 
Sprei Fata Sorong 120 Margareta 
Sprei Fata Sorong 120 Alexa 
Sprei Fata Sorong 120 Golden flower 
Sprei Fata Sorong 120 Daesogun 
Sprei Fata Sorong 120 Sweet home 
Sprei Fata Sorong 120 New LV 
Sprei Fata Sorong 120 Red  paris
Sprei Fata Sorong 120 Fernando

Motif Bisa Berubah apabila sudah di order customer atau Reseller

Ready Stok Selimut Bedcover Kintakun D'luxe 180 x 200

Selimut Bedcover Kintakun D'luxe 180 Nabillah 
Selimut Bedcover Kintakun D'luxe 180 Damara 
Selimut Bedcover Kintakun D'luxe 180 Kartika
Selimut Bedcover Kintakun D'luxe 180 Randika 
Selimut Bedcover Kintakun D'luxe 180 Gian
Selimut Bedcover Kintakun D'luxe 180 Nadhar 

Motif Bisa Berubah apabila sudah di order customer atau Reseller

Ready Stok Selimut Bedcover Fata 180 x 200

Selimut Bedcover Fata 180 amora 
Selimut Bedcover Fata 180 Hillary
Selimut Bedcover Fata 180 New stardust

Motif Bisa Berubah apabila sudah di order customer atau Reseller


MAU IKUT GABUNG GROUP.... SILAHKAN KLIK GAMBAR DI BAWAH INI !!



Untuk Pembelian Grosir dengan Motif berbeda atau Ongkos kirim termurah bisa ditanyakan via SMS/WA atau dapat dilihat di menu cek ongkir











Whatsapp

Whatsapp admin 1 : 08-1945-155-144
Whatsapp admin 2 :  0821-4294-2469
Whatsapp admin 3 :  0812-9393-9474
Whatsapp admin 4 :  0818-0408-1983


SHOPEE



ikuti juga Info Produk kami di Line / Facebook / Telegram / Instagram / Twitter



KONTAK KAMI UNTUK PENDAFTARAN RESELLER





KAMI HANYA DI MALANG, TIDAK MEMILIKI CABANG DIMANAPUN
KECUALI PERWAKILAN AGEN AGEN, RESELLER, DROPSHIP DISETIAP DAERAH.

@ Pengiriman via JNE, JNT, WAHANA, POS INDONESIA, SAKURA, DAKOTA, DOT CARGO, KGP (Kerta Gaya Pusaka). dll.
@ Welcome Reseller & Customer



Pengakuan Bagus Panitia Konser Tilap Uang 1,5 M untuk Foya-foya, Ngaku Salah di Hadapan Penonton

 


SURYAMALANG.COM, - Pengakuan Bagus panitia konser tilap uang Rp 1,5 miliar untuk foya-foya baru-baru ini mencuat. 

Pria bernama lengkap Bagus Rahma Setiaji itu pun mengakui kesalahannya di hadapan para penonton. 

Acara konser yang seharusnya digelar pada Minggu (5/11/2023) kemarin batal digelar karena dana sponsor ditilap oleh Bagus. 

Acara bertajuk Greenlane Festival 2023 itu diselenggarakan di Bandung dengan bintang tamu Fariz RM, Namoy Budaya, Batavia Collective, RamenGVRL, Talitha, Babychair, dan Cosmo Pyke.

Panggung acara di lokasi konser bahkan sudah berdiri megah. 

Seorang penonton asal Bandung, Rifqi Naufal (23) mengungkapkan rasa kecewa atas batalnya konser musik itu.

Batalnya konser Greenlane Festival mengingatkan warga asal Turangga, Bandung tersebut pada kejadian konser musik yang gagal dihelat tahun lalu.

"Acaranya di Laswi Heritage, seperti konser musik tahun lalu yang gagal dilaksanakan karena dana investor," ujar Rifqi saat dihubungi Tribunjabar.id (grup Suryamalang), Senin (6/11/2023).

Rifqi sempat mendengar isu kalau konser itu batal sebelum hari H.

"Tapi langsung dikonfirmasi sama pihak penyelenggara, ada masalah teknis dan perubahan rundown line up," katanya.

Rifqi pun tertarik datang ke Greenlane Festival karena venue acara musik tersebut berdekatan dengan rumahnya.

"Ini tiket didapat hasil patungan bersama teman, agar datang bersama-sama. Tidak jadi nonton, kemarin langsung bubar," ucap Rifqi. 

Rifqi menjelaskan dengan uang Rp 500 ribu, Ia bisa dapat dua tiket.

"Rp 700 ribu bisa dapat lima," kata Rifqi.

CANDRAMAWA - Sprei Kintakun Rumbai 180

Rifqi mengatakan, pengembalian tiket akan diinformasikan lebih lanjut oleh pihak penyelenggara.

Sedangkan menurut Bagus, panitia yang menilap uang tersebut, konser batal digelar karena dana investor sebesar Rp 1,5 miliar digunakan untuk keperluan pribadinya. 

Bagus menjelaskan, dia mendapat investasi sebesar Rp 1,5 miliar pada Maret 2023.

"Dengan kondisi terpakai Rp 300 juta hingga Rp 400 juta, belum dihitung berapa pengeluarannya" ujar Bagus saat klarifikasi di hadapan penonton, Minggu (5/11/2023). 

Berusaha tanggungjawab, Bagus pun berhutang. 

"Dengan begitu, saya berniat untuk menutupi Rp 1,5 M itu dengan pinjaman pribadi," ujarnya. 

Bagus kemudian meminjam uang kepada seseorang sebesar Rp 390 juta dengan jaminan mobilnya.

"Kedua saya meminjam Rp 800 juta dengan jaminan rumah" terang Bagus. 

"Jadi total keduanya pure pinjaman saya pribadi dengan surat perjanjian utang piutang, beda dengan Rp 1,5 M perjanjian kerja sama investasi," ucapnya.

Di hadapan penonton, Bagus pun mengakui kalau uang tersebut dipakai olehnya untuk kepentingan pribadi. 

"Saya mengakui dari dana investasi Rp 1,5 M tersebut terpakai untuk kehidupan saya pribadi (foya-foya) dan seluruh pembayaran utang," katanya.

Bagus pun siap bertanggung jawab penuh atas konsekuesi hukum atau pun utang-piutang yang akan dijalani.

"Saya tidak akan kabur sejengkal pun dari permasalahan yang telah dibuat" katanya.

"Saya sudah berusaha untuk memenuhi total acara pada hari ini, tapi belum bisa maksimal," ucapnya.

"Setelah kejadian, dana masuk untuk menggantikan kerugian Rp 620 juta, saya memiliki iktikad membayar. Namun hanya mampu di angka tersebut" jelasnya. 

"Saya Bagus Rahma Setiaji yakin bertanggung jawab penuh atas kerugian materiel dan nonmateriel, siap menghadapi hukum maupun utang-piutang yang saya lakukan," tandas Bagus.

Bagus sendiri sebelumnya menjabat sebagai project manager di konser tersebut, namun karena masalah yang terjadi, empat hari sebelum acara, tugasnya digantikan oleh orang lain. 

Dalam sebuah video yang beredar di Twitter, orang yang menggantikan Bagus tampak turut memberikan klarifikasi. 

"Sebagai project manager yang ditunjuk empat hari menggantikan si anj*ng ini" kata pria itu sambil menunjuk Bagus mengutip video postingan akun @gladinasaska, Minggu (5/11/23).

Lebih lanjut, pria bertopi itu mengaku harus membatalkan acara dan menjabarkan alasan utamanya. 

"Harus menyatakan dengan berat hati, acaranya batal" imbuh pria itu. 

"Acaranya batal karena kita tidak bisa membayar vendor, itu adalah alasan utama dari acara ini" jelasnya. 

"Tidak juga menyalahkan pihak vendor, karena mereka sudah melakukan yang terbaik" lanjutnya. 

"Kita udah upayakan dengan dana talang dan segala macam tidak bisa juga membuat acara ini berjalan" kata pria itu. 

"Jadi saya mewakili semua pihak panitia, memohon maaf yang sebesar-besarnya dan juga terima kasih banyak atas antusiasmenya" tandasnya. 














SUMBER : https://suryamalang.tribunnews.com/2023/11/07/pengakuan-bagus-panitia-konser-tilap-uang-15-m-untuk-foya-foya-ngaku-salah-di-hadapan-penonton?page=3


Curhat Pilu Ayah Mahasiswi Unair yang Tewas dengan Kepala Terbungkus Plastik, Sosok Berprestasi

 


MALANG - Curhat pilu ayah mahasiswi Unair yang anaknya tewas di mobil dengan kepala terbungkus plastik terungkap. 

Ayah mahasiswi Unair bernama Gunawan itu sampai tidak biasa menahan air matanya yang masih berduka atas kematian sang anak. 

CA merupakan mahasiswi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya berusia 21 tahun Fakultas Kedokteran Hewan. 

Korban ditemukan tewas pada Minggu, (5/11/2023) di dalam mobilnya di halaman Apartemen Royal Bisnis Tambak Oso Sidoarjo.

CA ditemukan warga dalam posisi duduk di jok belakang kemudi dengan pintu dan kaca mobil tertutup. 

Kondisi kepala korban dibungkus plastik lalu dilakban pada bagian leher.

Petugas juga menemukan tabung berisi gas helium warna pink di dalam mobil.

Pada tabung itu ada selang yang ujungnya dimasukkan ke plastik yang menutupi kepala.

Gunawan bersama istrinya syok dan menangis begitu mendapatkan kabar putrinya meninggal.

"Ini anak yang paling saya sayangi," ungkap pria itu dengan mata berkaca-kaca Minggu (5/11/2023).

Gunawan yang berada di Kota Kediri mengaku kaget setelah mendapat kabar putrinya ditemukan meninggal di dalam mobil.

"Saya dikabari pagi pukul 09.00 WIB. Saya tidak ada firasat apa-apa, tetapi saya kemarin gelisah baru tidur pukul 07.00 WIB pagi," imbuhnya.

CA terakhir kali bertemu keluarganya saat pulang ke Kediri untuk coas (co-asistensi) di tempat penyembelihan hewan di Kelurahan Pojok pada Senin (30/11/2023).

Lalu CA kembali lagi ke Surabaya pada Selasa (31/11/2023) pagi.

Bahkan pada Rabu (1/11/2023) pagi, CA kembali lagi ke Kediri melayat orang tua temannya sesama mahasiswa Unair yang meninggal di Kelurahan Banjaran, Kota Kediri.

"Yang tahu bukan saya. Teman-teman saya yang cerita, anakmu pakai baju ireng (hitam)," jelas Gunawan.

Kendati begitu, Gunawan mengakui anaknya memang tertutup.

Kedua orang tuanya juga tidak tahu permasalahan yang mengakibatkan putrinya ditemukan meninggal tidak wajar.

"Saya dan ibunya sangat menyayanginya," ungkap Gunawan. 

Gunawan membenarkan bila putrinya meninggalkan surat wasiat untuk kedua orang tuanya.

Tulisan dalam bahasa Inggris itu hangat mendalam, intinya almarhumah mengatakan setelah membuka mata untuk melihat dunia, ternyata dunia juga tidak bersih.

Gunawan lalu menjelaskan dugaannya terkait gas helium tersebut.

"Saya sampai sekarang belum tahu, gas helium itu didapatkan dari mana. Ada dugaan gas helium dibeli lewat online," jelasnya.

Sementara surat yang ditujukan untuk sang ibu berisi permintaan maaf setelah menjaga CA selama ini.

"Mungkin sudah tidak kuat lagi menahan derita di dunia. Namun derita apa kami juga tidak tahu," ungkap Gunawan. 

Dalam surat wasiat yang ditulis dalam dua lembar kertas itu, menurut Gunawan tidak tertuang alasan putrinya meninggal.

"Saya tadi juga mendatangkan penerjemah bahwa tidak ada soal asmara. Makanya kami juga bingung," jelas Gunawan.

Namun Gunawan mengakui anaknya merupakan tipe anak pendiam dan kalau bicara secukupnya.

CA merupakan anak kedua dari tiga bersaudara.

"Ini anak yang paling saya sayangi. Paling nurut dan bukan jiwa pemberontak. Kalau diajak bicara menerima dengan baik dan dijalankan," kenangnya.

Sementara itu menurut Kiara, teman CA, korban dikenal sosok mahasiswi berprestasi di lingkungan Fakultas Kedokteran Hewan. 

Lulus kuliah dengan IPK 3,8 korban kemudian melanjutkan menjalani program koas.

Koas merupakan program profesi yang harus dilakukan oleh mahasiswa jurusan kedokteran untuk mendapatkan gelar dokter.

"Setahu saya beliau angkatan 19. Kemudian sambil koas jadi asisten dosen mengajar mata kuliah Patalogi. Orangnya baik dan telaten sama mahasiswa. Innalillahiwainnailaihirojiun untuk beliau," ujar Kiara, teman CA.














SUMBER : https://suryamalang.tribunnews.com/2023/11/06/curhat-pilu-ayah-mahasiswi-unair-yang-tewas-dengan-kepala-terbungkus-plastik-sosok-berprestasi?page=3


Senin, 06 November 2023

Pemabuk Tewas Umur 29 Tahun di Phoenix Club Surabaya, Dadanya Ditusuk Pengunjung Lain

 


SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Pria pengunjung tempat maksiat Phoenix Club di Jalan Kenjeran No 143,  Surabaya, berinisial FA (29), tewas setelah ditusuk dadanya oleh pengunjung lain.

Warga kos di kawasan Tambakwedi  itu tewas saat diantarkan teman-temannya ke Rumah Sakit dr Soewandhie.

Korban diduga kehilangan banyak darah. Kasus ini ditangani Polsek Tambaksari dan Unit Jatantas Polrestabes Surabaya.

Kapolsek Tambaksari Kompol Ari Bayu Aji mengatakan, kejadian bermula saat FA datang bersama 5 temannya di Phoenix Club sekira pukul 12 malam.

Mereka menenggak minuman keras bersama-sama di lantai II. Mereka kemudian memesan banyak minuman alkohol.

"Sekira pukul 3 pagi teman-teman korban joget bareng dengan Disk Jockey (DJ). Keadaannya saat itu di depan juga ada sejumlah pengunjung lain. Lalu ada senggolan," ujarnya.

Korban kemudian berdiri dari tempat duduknya. Dia menegur sejumlah pengunjung yang bersenggolan dengan teman-temannya.

Ternyata teguran yang disampaikan FA kepada kelompok pelaku membuat naik pitam.

“Mereka sempat cek-cok di lantai II, kemudian kelompok pelaku meninggalkan tempat menuju parkiran. Korban menyusul kelompok pelaku, dari situlah korban dikeroyok dan mengalami luka luka seperti sayatan benda tajam,” tambah Ari Bayu Aji. 

Setelah korban terkulai lemas dan bersimbah darah, para kelompok pelaku melarikan diri.

Hasil penyelidikan polisi jumlah pelaku ialah 5 orang. Mereka kerap mengunjungi tempat hiburan malam tersebut.

















SUMBER : https://suryamalang.tribunnews.com/2023/11/05/pemabuk-tewas-umur-29-tahun-di-phoenix-club-surabaya-dadanya-ditusuk-pengunjung-lain

Sumpah Serapah Siti Ibu yang Diusir Anak Angkat dari Rumah, Harta Dikuras Dibesarkan Sejak Balita

 


SURYAMALANG.COM, - Sumpah serapah Siti Marbiah (73), ibu diusir anak angkat dari rumahnya sendiri tak terbendung. 

Siti Marbiah emosi karena anak angkat yang dirawat sejak balita malah menusuknya dari belakang. 

Selain hartanya dikuras, Siti Marbiah juga dibuat menderita dengan diusir dari rumah sampai kini hidup menumpang. 

Siti Marbiah merupakan warga Banyuasin, Kabupaten Sumatera Selatan dan memiliki anak angkat berinisial AY yang sudah diadopsi sejak umur 2 tahun. 

Hidup Siti jadi sengsara dan lontang lantung menumpang di rumah tetangga serta kerabat setelah diusir AY. 

Hal ini bermula setelah Siti Marbiah menghibakan rumahnya kepada anak angkatnya tersebut. 

Siti Marbiah melakukan hal itu karena ingin keperluan hidupnya seperti makan, minum dan sakit sampai meninggal nantinya diurusi oleh sang anak angkat.

Selama ini, Siti Marbiah tidak memiliki anak sehingga mengangkat AY menjadi anak angkat.

Kuasa Hukum Siti Marbiah mengatakan, Siti bahkan merawat hingga menyekolahkan anak angkatnya itu sampai bekerja.

"Seperti normalnya, walaupun anak angkat tetapi tetap diperlakukan seperti anak sendiri. Disekolahkan sampai dikuliahkan dan sekarang sudah bekerja," katanya, Minggu (5/11/2023).

Seiring berjalannya waktu, lanjut Jallas kliennya Siti Marbiah ada rumah dan warisan bersama keluarga besar.

Akan tetapi si anak angkat membujuk Siti Marbiah agar rumah dan tanah itu dijual tanpa sepengetahuan keluarga besar. 

Dari penjualan rumah dan tanah itu, uang senilai Rp 200 juta diberikan kepada anak angkatnya AY.

Sisa dari penjualan tersebut dibelikan rumah dan tanah yang saat ini diperebutkan AY.

"Saat membeli dan membuat sertifikat, si anak angkat ini membujuk agar klien kami membuat sertifikat atas nama si anak angkat ini" jelas Jallas. 

"Nanti, akan dibuatkan surat hibah untuk klien kami ini agar bisa menempati rumah tersebut," imbuhnya. 

Masalah antara AY dan Siti Marbiah muncul saat ketika AY tidak terima dinasihati Siti Marbiah yang akan menikah lagi untuk keempat kali.

Dari sinilah, Siti Marbiah diusir dari rumahnya sendiri dan selama delapan bulan hidup menumpang ke sana kemari.

Untuk menyelesaikan masalah ini, Jumat (3/11/2023) dilakukan mediasi antara dua belah pihak dan disaksikan keluarga besar Siti Marbiah serta unsur pemerintahan dan kepolisian.

Namun, mediasi yang dilakukan tidak menemui titik terang karena dari AY enggan memberikan sertifikat rumah kepada Siti Marbiah.

"Bila nanti tetap tidak menemui titik terang atas masalah yang klien kami hadapi, kami berinisiatif untuk menempuh jalur hukum baik itu pidana maupun perdata," pungkas Jallas. 

Melihat sikap AY, rasa sakit di hari Siti Marbiah tak tertahankan lagi hingga lantang mengucapkan sumpah serapah kepada anak angkatnya itu.

Saat dilakukan mediasi, suara Siti Marbiah sampai terengah-engah meluapkan emosi sebab harus terusir dari rumahnya sendiri.

"Alangkah lemaknya kamu, aku yang punyo rumah (enak sekali kalian, aku yang punyo rumah)," ucap Siti Maribiah dalam video yang dilihat Tribunsumsel.com, Minggu (5/11/2023).

Kondisi Siti Marbiah yang sudah terlihat lemas akibat emosi membuat sejumlah orang bergegas membawanya meninggalkan lokasi mediasi.

Sempat menolak, Siti Marbiah hanya bisa pasrah saat dibawa meninggalkan kerumunan.

Namun dengan sisa tenaga yang ada, wanita paruh baya ini tetap berusaha memperjuangkan rumah miliknya hingga ia dengan keras mengucap sumpah serapah ke anak angkatnya.

Sementara anak angkat Siti Marbiah hanya terlihat diam mendenger sumpahan tersebut.

"Kau dak selamat seumur hidup, kau makan harta aku. (Kamu tidak selamat seumur hidup, kau makan harta aku)," ujar Siti Marbiah dengan terengah-engah seraya dibawa pergi meninggalkan lokasi mediasi.

Pekerjaan AY

Dari penelusuran Tribunsumsel.com (grup Suryamalang), terkuak sedikit informasi soal sosok AY yang ternyata seorang tenaga honorer kesehatan.

Fakta tersebut diungkapkan oleh pimpinan dimana AY bekerja.

Menurut pimpinan ditempat AY bekerja saat ini, status AY merupakan tenaga kesehatan yang masih honorer di Kabupaten Banyuasin.

"Sekarang masih honor dan sedang mengikuti seleksi PPPK. Dari laporan, baru lulus tahapan administrasi," kata pimpinan tempat AY bekerja, Minggu (5/11/2023).

Kejadian ini, menurut pimpinan AY sangat disayangkan. Meski itu urusan pribadi tetapi seharusnya AY tidak bersikap seperti itu.

Walaupun Siti Marbiah bukan ibu kandung, namun AY seharusnya bersikap manusiawi. 

Pasalnya sang ibu angkatlah yang selama ini membesarkan dan mendidik AY sampai kini sudah bekerja. 

"Tidak bisa ikut campurlah, karena itu urusan pribadi. Kami sudah berusaha untuk menasihati, tetapi tetap pada pendiriannya," katanya.

Kini, Siti Marbiah menyesali kebaikannya yang dibalas buruk oleh anak angkatnya.

"Aku tu mintak luroi dengan die tu make nye ku hibah ken same dia (Aku Minta Urusi Hidup sama AY, makanya aku hibahkan ke dia)," jelasnya. 

"Tapi kenyataanya AY tidak mengurusi aku, malahan saya diusir dari rumah, rumah digembok, pintu pagar digembok, aku tidak diurusinya," sesal Siti Marbiah.

"Jangankan untuk dikasih sayangi malahan saya seperti dibuat pembantu selama ini, aku tak tahan lagi aku ngomong dengan dulur anak buah ku," sambungnya.

Siti Marbiah menambahkan, saat ini dirinya tinggal di rumah saudarnya dan akan membatalkan surat hibah dan sertifikat yang dihibahkan kepada AY.

"Sekarang saya tingal di rumah dulur ku Aku akan membatalkan surat hibah dan sertipikat yang aku hibahkan dengan die permahsalahan ini saya serahkan dengan kuasa hukum saya" ujar Siti Marbiah.

















SUMBER : https://suryamalang.tribunnews.com/2023/11/06/sumpah-serapah-siti-ibu-yang-diusir-anak-angkat-dari-rumah-harta-dikuras-dibesarkan-sejak-balita?page=3



KUNJUNGI JUGA : 

Sarung Instan Anak Laki Laki Karakter Font Sholat Untuk Usia 2 Sampai 7 Tahun  Rp. 31.540

Jilbab Bella Square Segi Empat / Jiba Bella Square Terbaru Warna Terlengkap Rp. 5.777

Parfum Thailand Spray 70ml Unisex (kemasan ekonomis) Travel Size Rp 8.000

Temukan 2 pcs Spion Blind Spot / Kaca Cembung Spion Mobil Motor Universal Tambahan Cermin SPion Bulat Rear Mirror Rp. 10.682

Temukan Spoiler Calya Sigra Model Luxury TRD dan Luxury GR seharga Rp. 325.000

Sarung Jok Mobil Avanza, Xenia, Calya, Sigra, Full Set 3 Baris Rush Terios Mobilio dll Rp. 210.000

Alat Penyiram Air Otomatis, Alat Penyiram Rumput berputar 360 Derajat Rp. 69.000