Awas, 3 Kebiasaan Ini Diam-diam Berisiko Tingkatkan Kolesterol
Menjaga kadar kolesterol bukan hanya soal memperhatikan makanan yang dikonsumsi, tetapi juga kebiasaan yang dilakukan setiap hari. Beberapa rutinitas yang terlihat sepele, seperti terlalu lama duduk, kurang tidur, hingga melewatkan sarapan, ternyata dapat berkaitan dengan kadar kolesterol. Melansir Eating Well, ahli gizi membagikan tiga kebiasaan sehari-hari yang perlu diperhatikan karena dapat berdampak pada kadar kolesterol.
Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Memengaruhi Kolesterol 1. Terlalu Lama Duduk Menghabiskan terlalu banyak waktu dalam posisi duduk dapat berdampak pada kadar kolesterol, bahkan ketika seseorang tetap berolahraga.
Sejumlah penelitian menunjukkan, duduk dalam waktu lama berkaitan dengan kadar kolesterol yang kurang baik. Kurangnya aktivitas dapat menurunkan kadar kolesterol HDL sekaligus memengaruhi lipoprotein lipase, enzim yang terlibat dalam pengolahan lemak. Ahli gizi Leslie Bonci menjelaskan bahwa kadar enzim yang lebih rendah dapat menyebabkan trigliserida menumpuk dalam darah. Karena itu, orang yang bekerja sambil duduk dalam waktu lama disarankan menyelinginya dengan aktivitas ringan. Berjalan atau berdiri selama beberapa menit setiap jam dapat menjadi salah satu pilihan. Berdiri sejenak saat bekerja atau melakukan pekerjaan rumah tangga juga dapat membantu tubuh tetap bergerak. 2. Kurang Tidur Kesibukan terkadang membuat seseorang mengurangi waktu tidur untuk menyelesaikan pekerjaan. Namun, kebiasaan tersebut dapat memengaruhi kadar kolesterol.
Ahli gizi lainnya, Liz Shaw mengatakan kurang tidur dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL densitas kecil, terutama pada mereka yang tidur kurang dari enam jam. “Kualitas tidur juga terbukti berpengaruh pada kolesterol LDL dan trigliserida, di mana kualitas tidur yang buruk menyebabkan keduanya meningkat,” lanjutnya. Untuk menjaga kualitas tidur, sumber tersebut menyarankan tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam. Menetapkan waktu untuk bersantai dan tidur lebih awal dapat membantu menjaga jadwal tidur tetap konsisten.
3. Sering Melewatkan Sarapan Memulai hari tanpa sarapan juga dapat berkaitan dengan kadar kolesterol yang kurang baik.
“Penelitian menunjukkan bahwa melewatkan sarapan dapat mengganggu kadar kolesterol. Meskipun hasilnya lebih terlihat pada individu dengan obesitas dan gaya hidup tidak aktif, penting untuk mengonsumsi sarapan demi kesehatan jantung yang lebih baik,” terang Shaw. Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis yang dikutip sumber tersebut menemukan bahwa orang yang melewatkan sarapan memiliki kadar kolesterol LDL sekitar 9 miligram per desiliter lebih tinggi dibandingkan orang yang sarapan. Sarapan juga dapat menjadi kesempatan untuk mengonsumsi makanan kaya serat. “Ini bisa menjadi waktu untuk mulai mengonsumsi serat larut, yang sangat membantu menurunkan kadar kolesterol,” catat Bonci. Kebiasaan yang Bisa Dilakukan Selain mengurangi kebiasaan tersebut, aktivitas fisik secara rutin dan pola makan kaya serat dapat membantu menjaga kadar kolesterol. Shaw menyarankan aktivitas yang disukai agar lebih mudah dilakukan secara konsisten. “Ini bisa berupa jalan kaki, jogging, kelas dansa, atau aktivitas apa pun yang membangkitkan semangat Anda untuk terus melakukannya setiap hari. Ini penting tidak hanya untuk meningkatkan kolesterol HDL, tetapi juga menurunkan kolesterol LDL dan trigliserida,” katanya.
Untuk sarapan, Shaw menyarankan sumber serat beta-glukan seperti oat yang telah terbukti membantu menurunkan kadar kolesterol LDL.
Bonci memberikan beberapa pilihan menu, seperti oat dengan beri dan almond, roti gandum hitam panggang dengan ricotta dan alpukat, atau semangkuk sarapan dengan telur dan sayuran. Jika khawatir mengenai kadar kolesterol, penting berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.
| SPREI CALIFORNIA 180 FALLON |
| SELIMUT JOVANKA POLOS 160 BLUE DENIM Baca Juga : |
Komentar
Posting Komentar