Edisi Digital Terkini | Berita Aktual & Terpercaya

Recent Posts

Influenza Naik dan Ramai Dikeluhkan Warganet, Ini Penjelasan Kemenkes

 


Keluhan mengenai influenza belakangan ramai dibagikan warganet di media sosial. Sejumlah pengguna menceritakan pengalaman mengalami nyeri badan hingga terinfeksi influenza A. "Influenza A. Baru kali ini demam sampai 5 hari. Sakit kepala, pilek, radang, menggigil, nyeri sebadan-badan," tulis akun @_kar**** di Threads, Selasa (29/9/2026). Pengguna lain juga membagikan pengalamannya setelah mengalami influenza A. "Ga ngotak banget pusingnya, ternyata influenza A," tulis akun @jas******. Percakapan tersebut muncul di tengah peningkatan aktivitas influenza yang sedang dipantau Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

Meski mengalami peningkatan, Kemenkes menyebut kondisi influenza di Indonesia saat ini masih berada dalam rentang kewaspadaan dan belum menunjukkan situasi yang mengkhawatirkan.

Aktivitas influenza berada pada kategori sedang Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, peningkatan aktivitas influenza perlu direspons dengan penguatan surveilans dan kesiapsiagaan, bukan kepanikan. "Memang ada kenaikan kasus influenza, khususnya di Indonesia dan Asia Tenggara. Tetapi berdasarkan data surveilans yang kita miliki, kondisinya masih dalam rentang medium," ujar Budi dalam keterangan pers, Senin (28/9/2026). Berdasarkan hasil surveilans Kemenkes hingga minggu ke-38 tahun 2026, aktivitas influenza pada surveilans di puskesmas telah berada dalam kategori sedang (medium). Sementara itu, aktivitas influenza berdasarkan surveilans rumah sakit masih berada dalam kategori rendah (low). Pada surveilans sentinel, positivity rate influenza tercatat 56 persen pada minggu ke-38. Dari 265 spesimen yang diperiksa, sebanyak 148 spesimen dinyatakan positif influenza. Kemenkes menyebut peningkatan aktivitas influenza pada periode Agustus-September masih sesuai dengan pola musiman yang selama ini terjadi di Indonesia. Influenza A(H1N1)pdm09 dominan Dari hasil pemeriksaan tersebut, virus yang dominan ditemukan di Indonesia saat ini adalah Influenza A(H1N1)pdm09. Kemenkes juga terus memantau Influenza A(H3N2) subclade K yang belakangan banyak diperbincangkan masyarakat dengan sebutan "superflu". Namun, istilah "superflu" bukan merupakan nomenklatur resmi yang digunakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) maupun Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Istilah tersebut merujuk pada subclade tertentu dari Influenza A(H3N2), yakni subclade K. Berdasarkan surveilans sentinel Influenza-Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI), jumlah temuan subclade K pada 2026 justru lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Sepanjang 2025 hingga minggu ke-38 tahun 2026, tercatat 188 hasil pemeriksaan subclade K. Sebanyak 166 temuan terjadi pada 2025, sedangkan pada 2026 baru ditemukan 22 kasus. "Untuk yang disebut sebagai 'superflu' atau H3N2 subclade K, data yang kita pantau justru menunjukkan jumlah temuannya pada tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun lalu," kata Budi. Karena itu, Kemenkes mengimbau masyarakat melihat perkembangan influenza berdasarkan hasil pemeriksaan dan data surveilans, bukan semata-mata berdasarkan istilah yang beredar di media sosial.

Sebagian besar influenza dapat sembuh Meski aktivitas influenza meningkat, sebagian besar kasus dapat pulih dengan perawatan suportif dan tidak membutuhkan rawat inap. Dokter Konsultan Pulmonologi Intervensi dan Kegawatdaruratan Napas, Pompini Agustina Sitompul, sebelumnya menjelaskan bahwa influenza pada umumnya merupakan self-limiting disease atau penyakit yang dapat sembuh sendiri. Pasien umumnya dapat menjalani pemulihan dengan cukup beristirahat dan memenuhi kebutuhan cairan. Kemenkes juga menegaskan bahwa obat antivirus seperti Oseltamivir tidak ditujukan untuk semua pasien influenza. "Oseltamivir penggunaannya harus tepat. Berdasarkan masukan para ahli, obat ini sebaiknya digunakan secara terbatas pada pasien dengan kondisi berat atau pasien dengan komorbid yang memang membutuhkan antivirus," ujar Budi. Pembatasan penggunaan Oseltamivir diperlukan untuk mencegah terjadinya resistansi terhadap obat antivirus. Menurut Budi, penggunaan antivirus secara berlebihan dapat menyebabkan resistansi sehingga pilihan pengobatan bisa berkurang ketika menghadapi wabah yang lebih berat. Kelompok rentan perlu lebih waspada Kemenkes tetap mengimbau masyarakat melakukan langkah pencegahan untuk mengurangi risiko penularan influenza. Masyarakat dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, mencuci tangan, menggunakan masker ketika sakit atau berada di tempat ramai, serta menerapkan etika batuk dan bersin. Masyarakat juga dianjurkan segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang memburuk. Perhatian lebih perlu diberikan kepada kelompok rentan, seperti bayi dan anak kecil, lanjut usia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit penyerta karena memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi. Kemenkes terus memperkuat surveilans influenza, kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan dan laboratorium, serta komunikasi risiko kepada masyarakat. Dengan demikian, peningkatan aktivitas influenza tetap perlu diwaspadai, tetapi masyarakat tidak perlu panik. Yang penting, kenali gejalanya, cegah penularannya, dan segera cari pertolongan medis apabila kondisi memburuk.

BEDCOVER AKIKO 180 FLAT HORIZON


SUMBER : https://health.kompas.com/read/26I29214500068/influenza-naik-dan-ramai-dikeluhkan-warganet-ini-penjelasan-kemenkes

SPREI CALIFORNIA 180 FALLON

Baca Juga :

Komentar

Follow us on facebook

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Contact Us

Blog Archive

Cari Blog Ini

Arsip Koran



Labels

Labels

Recent Posts

Social Media

About

BTemplates.com

Blogroll

Find Us