Wanita Dengar Suara Misterius yang Menyuruhnya Scan Otak, Berakhir Temukan Tumor 6,4 Cm
Sebuah kasus medis unik dan langka terjadi di Inggris. Seorang wanita berusia 40-an tahun berhasil menemukan tumor otak yang diidapnya berkat petunjuk dari halusinasi suara atau "bisikan gaib". Fenomena misterius yang menggemparkan dunia psikiatri dan bedah saraf ini dipublikasikan dalam jurnal medis ternama BMJ oleh psikiatris yang menangani pasien tersebut, Dr. I. O. Azuonye, pada tahun 1997. Peristiwa ini bermula ketika wanita tersebut sedang membaca buku di rumahnya. Tiba-tiba, ia mendengar suara asing tanpa wujud yang berbicara langsung kepadanya.
"Mohon jangan takut. Saya tahu ini pasti mengejutkan bagimu mendengar saya berbicara seperti ini, tetapi ini adalah cara termudah yang bisa saya pikirkan. Saya dan teman saya pernah bekerja di Children's Hospital, Great Ormond Street, dan kami ingin membantu kamu," ujar suara tersebut, menurut pengakuan sang pasien wanita.
Untuk membuktikan kebenarannya, suara tanpa wujud itu memberikan tiga informasi tak dikenal dan meminta sang wanita untuk memverifikasinya. Setelah diperiksa, seluruh fakta yang disampaikan oleh suara tersebut ternyata sepenuhnya akurat. Ketakutan dan mengira dirinya mengalami krisis mental atau gangguan jiwa, wanita itu segera memeriksakan diri ke dokter umum. Ia kemudian dirujuk secara darurat ke klinik psikiatri, dilansir dari Live Science (15/4/2026).
Sempat didiagnosis gangguan jiwa Di klinik psikiatri, tim medis awal mendiagnosis pasien tersebut mengidap functional hallucinatory psychosis, yaitu kondisi putusnya hubungan dengan realitas tanpa adanya penyebab fisik yang jelas seperti cedera otak. Sebagai bentuk penanganan, psikiater merekomendasikan konseling dan memberikan obat antipsikotik berupa thioridazine. Dua minggu setelah mengonsumsi obat tersebut, suara-suara di kepalanya sempat menghilang.
Namun, saat pasien sedang berlibur, bisikan gaib itu kembali muncul. Suara tersebut mendesaknya untuk segera pulang ke rumah demi mendapatkan perawatan medis lanjutan. Sekembalinya ke rumah, suara-suara tersebut memberikan alamat spesifik yang ternyata merupakan departemen pemindaian CT scan di sebuah rumah sakit. Bisikan itu meminta sang wanita untuk segera menjadwalkan pemindaian otak karena ia mengidap tumor. Wanita yang panik itu kembali mendatangi psikiaternya. Demi menenangkan sang pasien, psikiater mengajukan permohonan pemeriksaan CT scan. Permohonan tersebut sempat mendapat penolakan dari pihak rumah sakit karena dinilai tidak memiliki alasan klinis yang kuat untuk pemeriksaan berbiaya mahal, serta anggapan bahwa dokter terlalu mempercayai halusinasi pasien. Meski sempat tertunda, pemindaian CT scan akhirnya disetujui. Hasilnya sangat mengejutkan dan sesuai dengan apa yang disampaikan oleh suara-suara tersebut.
Temuan tumor otak dan proses operasi Hasil pemeriksaan CT scan mengonfirmasi keberadaan tumor otak berjenis parafalcine meningioma. Tumor ini tumbuh di antara dua belahan otak pada bagian meninges, yaitu lapisan jaringan yang melindungi otak dan saraf tulang belakang.
Massa tumor tersebut tercatat memiliki ukuran panjang 2,5 inci (sekitar 6,4 sentimeter) dan lebar 1,5 inci (sekitar 3,8 sentimeter). Tim psikiater dan dokter spesialis bedah saraf merekomendasikan tindakan operasi pengangkatan tumor.
Suara-suara di kepala pasien pun kembali terdengar dan menyatakan dukungan penuh terhadap keputusan medis tersebut. Setelah operasi pengangkatan tumor berhasil dilakukan dan pasien mulai sadarkan diri, bisikan tersebut menyampaikan pesan terakhirnya:
"Kami senang telah membantumu. Selamat tinggal," ucap suara tersebut untuk terakhir kalinya. Pasca-operasi, pasien pulih total tanpa komplikasi. Penggunaan obat thioridazine langsung dihentikan, dan suara-suara misterius itu tidak pernah kembali lagi.
Bahkan dalam evaluasi 12 tahun setelah operasi, wanita tersebut dilaporkan tetap sehat dan bebas dari gejala halusinasi.
Penjelasan medis dan pandangan ahli Kasus medis langka ini menjadi pembicaraan hangat di kalangan ilmuwan. Kerusakan atau lesi pada otak memang kerap dikaitkan dengan gangguan psikologis seperti kecemasan, depresi, hingga halusinasi visual dan auditori. Namun, kasus di mana halusinasi suara mampu mendiagnosis penyakit fisik tersembunyi sambil memberikan bimbingan pengobatan baru pertama kali tercatat dalam sejarah kedokteran. Dr. I. O. Azuonye dalam laporannya menuliskan, "Ini adalah satu-satunya kasus yang pernah saya temui di mana suara-suara halusinasi berusaha meyakinkan pasien akan niat baik mereka, memberikan diagnosis spesifik (padahal tidak ada tanda-tanda klinis yang mencurigakan keberadaan tumor), mengarahkan ke rumah sakit yang tepat, menyatakan kepuasan atas tindakan medis yang diterima pasien, mengucapkan selamat tinggal, dan kemudian menghilang selamanya."
Beberapa ahli dalam konferensi medis berspekulasi bahwa ukuran tumor yang cukup besar kemungkinan menimbulkan sensasi fisik halus yang diserap oleh alam bawah sadar pasien. Meskipun jaringan otak tidak memiliki saraf perasa nyeri, lapisan meninges yang melapisi otak memiliki jaringan saraf tersebut. Rasa cemas yang terstimulasi secara bawah sadar diduga memicu halusinasi suara yang mengolah data intuitif tersebut, sehingga seolah-olah suara itu mengetahui informasi medis yang tidak disadari oleh pasien sendiri. Fakta bahwa bisikan gaib tersebut hilang sepenuhnya setelah tumor diangkat membuktikan bahwa gejala halusinasi itu berhubungan langsung dan dipicu oleh keberadaan massa tumor di dalam otak.
| SELIMUT ROSANNA VITO 160 LEVI |
| SELIMUT BEDCOVER AKIKO 190 MARLON |
Komentar
Posting Komentar