Edisi Digital Terkini | Berita Aktual & Terpercaya

Recent Posts

Memasukkan Ampas Kopi ke Kloset Tengah Jadi Tren di Jerman dan AS, Apa Manfaatnya?

 


Sebuah tren pembersihan kamar mandi tengah viral di media sosial. Tren ini memperlihatkan kebiasaan merawat kebersihan kloset dengan cara menyiramkan (flushing) ampas kopi langsung ke dalam lubang kloset. Tren ini bermula dari sebuah unggahan video yang memperlihatkan satu sendok ampas kopi ditaburkan ke dalam mangkuk kloset, digosok, lalu disiram air. Hasilnya, ruang kamar mandi diklaim menjadi bersih dan beraroma harum segar khas kafe. Kebiasaan ini dengan cepat menyebar luas, mulai dari Jerman, menyebar ke seluruh kawasan Eropa, hingga kini merambah ke rumah-rumah di Amerika Serikat, dilaporkan The Coolist, Selasa (22/9/2026).

Mengapa tren buang ampas kopi ke kloset begitu populer? Secara alami, ampas kopi sisa menyeduh memang dikenal memiliki beragam fungsi untuk kebutuhan rumah tangga. Bahan ini sering dimanfaatkan untuk menghilangkan bau tak sedap di dalam lemari es, menggosok kerak pada wajan panggang yang gosong, hingga dijadikan pupuk tanaman. Ada dua alasan utama yang membuat ampas kopi menjadi bahan pembersih pilihan di kamar mandi: Penyerap bau alami: Kandungan nitrogen dalam ampas kopi mampu menyerap dan menetralkan bau tak sedap, bukannya sekadar menutupi aroma tersebut. Tekstur abrasif ringan: Teksturnya yang agak kasar bertindak sebagai pengikis alami. Ketika dikombinasikan dengan soda kue (baking soda) dan sedikit cuka, ampas kopi menjadi pasta pembersih yang ampuh mengikis kerak serta noda membandel di dinding kloset. Unggahan resep viral di media sosial biasanya mengombinasikan ampas kopi, soda kue, dan sedikit cuka untuk menggosok kloset sebelum akhirnya disiram. Secara kasat mata, metode ini memang membuat kloset terlihat bersih dan wangi.

Efek samping bahaya pipa mampet

Di balik hasil akhir yang bersih dan wangi, para tukang ledeng menyuarakan kekhawatiran besar. Masalah utama terletak pada proses menyiram ampas kopi ke dalam saluran pembuangan. Tidak seperti cairan kopi, ampas kopi tidak dapat larut dalam air. Begitu disiram ke dalam saluran, ampas-ampas halus ini akan menggumpal. Gumpalan ampas kopi tersebut kemudian menempel dan menangkap sisa lemak, rambut, serta kotoran lain yang sudah melekat di dinding dalam pipa pembuangan. Seiring berjalannya waktu, tumpukan ini memadat menjadi lumpur tebal yang menyempitkan diameter pipa hingga memicu penyumbatan total. Situs panduan rumah tangga Hunker menegaskan bahwa meskipun diameter pipa pembuangan kloset lebih besar dibandingkan saluran cuci piring di dapur, ampas kopi tetap berpotensi kuat memicu penyumbatan dan merusak sistem perpipaan.

Peringatan serupa disampaikan oleh Aaron Adams, seorang master plumber sekaligus CEO dari Aaron Services.

Aaron Adams menyebutkan bahwa ampas kopi merupakan salah satu penyebab utama mengapa tukang ledeng sering dipanggil untuk memperbaiki saluran mampet di rumah-rumah. Risiko ini jauh lebih tinggi bagi rumah yang menggunakan sistem septic tank. Ampas kopi yang mengendap di dasar tangki dapat memperlambat proses pembusukan alami bahan organik, sehingga septic tank menjadi cepat penuh dan harus lebih sering dikuras. Meskipun satu kali siraman tidak akan langsung merusak saluran, kebiasaan rutin mingguan, terutama jika dapur juga sering menjadi tempat membuang ampas kopi, akan berujung pada kerusakan parah pada perpipaan.

Cara aman memanfaatkan ampas kopi Guna mendapatkan manfaat deodorasi dan pembersih ampas kopi tanpa merusak pipa pembuangan, masyarakat disarankan menerapkan langkah-langkah alternatif berikut: Penghilang bau tanpa disiram: Masukkan setengah cangkir ampas kopi kering ke dalam wadah atau mangkuk kecil terbuka, lalu letakkan di atas tangki kloset atau rak kamar mandi. Ganti ampas kopi setiap satu hingga dua minggu sekali. Metode ini efektif menyerap bau tanpa ada bahan yang masuk ke saluran air. Pembersih noda yang aman: Gunakan ampas kopi sebagai bahan penggosok dengan sikat. Setelah selesai, angkat dan lap sisa ampas kopi menggunakan tisu atau kain, lalu buang ke tempat sampah sebelum kloset disiram air. Opsi lainnya, gunakan soda kue saja karena sifatnya dapat larut sempurna dalam air. Manfaatkan sebagai kompos: Buang sisa ampas kopi ke area taman atau wadah kompos. Bahan organik ini jauh lebih bermanfaat bagi tanah ketimbang dibuang ke dalam pipa. Apabila saluran kloset di rumah sudah terlanjur mengalami penyumbatan akibat penumpukan ampas kopi, hindari penggunaan cairan pembersih kimia keras.

Cairan kimia dapat mengikis dan merusak dinding pipa tanpa mampu melarutkan gumpalan ampas kopi secara efektif. Penggunaan alat penyedot kloset atau kawat pembersih saluran menjadi solusi paling tepat untuk mengatasi masalah tersebut.


SPREI LADY ROSE 120 T30 FLAMBA




SUMBER : https://www.kompas.com/tren/read/2026/09/23/091500465/memasukkan-ampas-kopi-ke-kloset-tengah-jadi-tren-di-jerman-dan-as-apa?page=2

SPREI FATA 180 T30 YOLANDA


Baca Juga :

Komentar

Follow us on facebook

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Contact Us

Blog Archive

Cari Blog Ini

Arsip Koran



Labels

Labels

Recent Posts

Social Media

About

BTemplates.com

Blogroll

Find Us