Punya Katarak tapi Penglihatan Masih Jelas, Kok Bisa?
Perubahan pada penglihatan sering menjadi hal yang membuat seseorang mulai memperhatikan kondisi matanya. Pandangan yang terasa berbeda, misalnya saat melihat cahaya atau beraktivitas pada malam hari, bisa membuat seseorang bertanya-tanya mengenai kesehatan matanya. Katarak dikenal sebagai salah satu kondisi yang dapat memengaruhi penglihatan. Kondisi ini juga sering dikaitkan dengan pandangan yang buram atau berkabut. Akan tetapi, perubahan tersebut tidak selalu langsung terasa. Pada sebagian orang, katarak dapat berkembang perlahan tanpa mengganggu penglihatan secara signifikan pada tahap awal.
Katarak Bisa Muncul Tanpa Penglihatan Langsung Buram Katarak terjadi ketika lensa alami mata menjadi keruh. Dokter spesialis mata Liang Huang, MD dari Wellstar Health Systems menjelaskan, katarak biasanya berkembang secara bertahap dan paling sering berkaitan dengan proses penuaan.
“Gejala awal dapat berupa penglihatan buram atau berkabut, peningkatan silau atau munculnya lingkaran cahaya di sekitar lampu, kesulitan melihat pada malam hari, warna yang tampak kurang jelas, atau perlu lebih sering mengganti resep kacamata,” jelas Huang, disadur dari Prevention. Namun, seseorang tidak selalu mengalami seluruh gejala tersebut sejak awal. Huang mengatakan, sebagian orang mungkin tidak menyadari adanya gejala pada tahap awal. Karena itu, perubahan pada mata tidak selalu menjadi sesuatu yang langsung terasa dalam aktivitas sehari-hari. Pemeriksaan mata secara rutin tetap diperlukan untuk mengetahui kondisi mata, termasuk jika katarak mulai berkembang.
Penglihatan Masih Bisa 20/20 Katarak juga tidak selalu menyebabkan ketajaman penglihatan langsung menurun. Profesor klinis emeritus oftalmologi di Harvard Medical School, C. Stephen Foster, MD, mengatakan dirinya pernah menangani pasien yang memiliki katarak tetapi ketajaman penglihatannya masih baik. “Saya pernah menangani pasien katarak dengan penglihatan 20/20,” ujar Foster. Menurut Foster, gangguan penglihatan akibat katarak dapat muncul dalam situasi tertentu. Salah satunya ketika seseorang berada dalam kondisi pencahayaan yang membuat gejalanya lebih terasa.
“Saya baru saja melihat pasien yang mengeluhkan kesulitan melihat saat mengemudi pada malam hari. Penglihatannya sempurna hampir sepanjang waktu, tetapi dia memiliki jenis katarak tertentu yang menyebabkan cahaya menyebar,” katanya. Foster menjelaskan, katarak terbentuk di dalam mata ketika protein yang menyusun lensa yang semula bening mengalami kerusakan.
“Anda tidak bisa merasakan katarak, dan perkembangannya bisa membutuhkan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun hingga mencapai tahap yang memerlukan operasi untuk mengangkatnya,” jelasnya.
Kapan Katarak Perlu Dioperasi? Memiliki katarak tidak otomatis berarti seseorang harus segera menjalani operasi. Huang mengatakan, kondisi tersebut masih dapat dipantau jika penglihatan tetap baik dan katarak belum mengganggu aktivitas sehari-hari. “Jika seseorang masih dapat melihat dengan baik dan katarak tidak mengganggu kehidupan sehari-hari, memantaunya dan memperbarui kacamata sesuai kebutuhan merupakan hal yang wajar,” ujarnya.
Operasi mulai dipertimbangkan ketika katarak sudah memengaruhi kualitas hidup. Gangguan tersebut dapat berupa kesulitan mengemudi, terutama pada malam hari, membaca, bekerja, mengenali wajah, menonton televisi, atau melakukan hobi. “Jika katarak memengaruhi kualitas hidup Anda, maka kita perlu mulai merencanakan untuk mengangkatnya,” terang Foster.
Operasi merupakan satu-satunya cara untuk menghilangkan katarak. Meski begitu, tindakan tersebut tidak selalu harus dilakukan segera setelah katarak ditemukan. Waktu operasi bergantung pada seberapa besar kondisi tersebut sudah mengganggu aktivitas dan kualitas hidup seseorang.
| KARMUT EMILIA 140 FITRI |
Komentar
Posting Komentar