Edisi Digital Terkini | Berita Aktual & Terpercaya

Recent Posts

Makan Durian Lalu Minum Paracetamol Berbahaya? Ini Kata Dokter

 


Di musim durian, satu pesan berantai kerap bikin resah: makan durian lalu minum paracetamol bisa berakibat fatal.  Isu ini kembali viral setelah media Malaysia, The Star, mengulasnya dalam rubrik QuickCheck pada Senin (21/9/2026). Lantas, benarkah kombinasi raja buah dan obat pereda nyeri yang ada di hampir setiap kotak P3K ini berbahaya? Untuk menjawabnya, Kompas.com menghubungi Dr. Tan Shot Yen, M.Hum, dokter medis terkemuka Indonesia, ahli gizi masyarakat, dan pendidik kesehatan masyarakat, Senin (21/9/2026).

Tidak ada studi yang membuktikan mematikan Dr. Tan menegaskan, hingga saat ini belum ada studi klinis pada manusia yang membuktikan kombinasi durian dan paracetamol berbahaya hingga menyebabkan kematian.

"Belum ada studinya," kata Dr. Tan singkat saat ditanya soal bahaya kombinasi tersebut. Ia juga menegaskan tidak ada interaksi kandungan yang perlu dikhawatirkan secara khusus antara durian dan paracetamol. "Tidak ada (interaksi)," ujarnya. Isu yang beredar di masyarakat, lanjut dia, sebagian besar berasal dari penelitian pada hewan coba.  Beberapa studi pada tikus memang menunjukkan adanya efek penurunan suhu tubuh atau hipotermia saat paracetamol dan durian diberikan bersamaan, namun mekanismenya belum diketahui dan tidak bisa langsung disimpulkan sama pada manusia.

Tetap aman jika dikonsumsi sesuai dosis

Lalu, bagaimana jika seseorang sudah terlanjur makan durian kemudian demam atau pusing dan butuh paracetamol? Menurut Dr. Tan, tetap aman selama paracetamol dikonsumsi sesuai dosis yang dianjurkan. "Tentu (aman)," tegasnya. Artinya, masyarakat tidak perlu panik berlebihan. Kunci utamanya adalah tidak melebihi dosis harian paracetamol, yaitu umumnya maksimal 4 gram per hari untuk orang dewasa, dan memberi jeda waktu yang wajar setelah makan.

Perlu diwaspadai jika berlebihan Alih-alih fokus pada interaksi obat, Dr. Tan mengingatkan bahwa risiko kesehatan yang lebih nyata justru datang dari konsumsi durian yang berlebihan. "Semua yang berlebihan kan tidak baik," ujarnya. Durian memang bergizi, mengandung serat, vitamin C, dan kalium, tetapi juga tinggi kalori, lemak, dan gula. Dalam 100 gram daging durian bisa mengandung sekitar 13 gram gula dan 147 kalori. Jika dikonsumsi dalam porsi besar, durian dapat memicu kenaikan gula darah, rasa begah, panas di perut, hingga peningkatan berat badan.

Siapa yang harus membatasi konsumsi durian? Karena kandungan gulanya yang cukup tinggi, ada kelompok yang perlu lebih berhati-hati.

"Durian mengandung gula cukup tinggi, jadi perlu berhati-hati buat yang diabetes atau bermasalah dengan sindroma metabolik," jelas Dr. Tan. Kelompok tersebut meliputi penderita diabetes melitus, prediabetes, obesitas, hipertensi, dan dislipidemia atau yang memiliki sindroma metabolik. Bagi mereka, konsumsi durian sebaiknya dibatasi maksimal 1-2 biji kecil saja dan tidak setiap hari, serta tetap memperhatikan asupan gula total harian.


Bedcover Bonita Rumbai Folix



SUMBER : https://www.kompas.com/tren/read/2026/09/21/210000865/makan-durian-lalu-minum-paracetamol-berbahaya-ini-kata-dokter?page=2

Handuk Mutia Besar

Baca Juga :


Komentar

Follow us on facebook

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Contact Us

Blog Archive

Cari Blog Ini

Arsip Koran



Labels

Labels

Recent Posts

Social Media

About

BTemplates.com

Blogroll

Find Us