Edisi Digital Terkini | Berita Aktual & Terpercaya

Recent Posts

Kasus HIV Meledak, Negara Mungil Ini Tetapkan Status Darurat Nasional

 


Pemerintah Fiji resmi menetapkan status darurat nasional menyusul lonjakan tajam kasus HIV di negara kepulauan mungil di kawasan Pasifik tersebut.  Melalui penetapan ini, pemerintah memperluas akses terhadap layanan pemeriksaan, pengobatan, hingga pencegahan bagi masyarakat. Menteri Kesehatan Fiji Antonio Lalabalavu menegaskan bahwa penanganan biasa tidak lagi memadai untuk mengatasi kondisi saat ini.

"Penanganan tingkat wabah tidak lagi cukup," kata Lalabalavu, sebagaimana dilansir BBC, Rabu (16/9/2026).

Sepanjang tahun 2025 saja, negara dengan populasi kurang dari satu juta jiwa tersebut mencatatkan 2.016 diagnosis baru. Saat ini, sekitar satu dari 60 orang dewasa di Fiji hidup dengan HIV. 

Angka ini melonjak signifikan dibandingkan lima tahun lalu yang mencatatkan rasio satu dari 167 orang.  Selain itu, angka kematian bayi akibat komplikasi terkait HIV juga dilaporkan terus meningkat. Kondisi tersebut berdampak serius pada fasilitas kesehatan setempat. 

Ketua Satuan Tugas Penanganan HIV Nasional Fiji, Jason Mitchell, mengungkapkan bahwa rumah sakit dan layanan rawat jalan kini kewalahan menampung pasien. "Bagi sistem kesehatan yang sudah kewalahan, keberadaan orang-orang yang seharusnya sehat, karena tersedianya pengobatan, malah memenuhi tempat tidur rumah sakit dan ruang rawat jalan. Layanan klinis kami benar-benar mengalami tekanan berat,” ujar Mitchell kepada ABC News. Mitchell memperkirakan upaya penanggulangan ini membutuhkan waktu yang panjang. "Diperlukan waktu lebih dari lima tahun bagi Fiji untuk mengendalikan epidemi ini. Ini adalah program jangka panjang, tidak seperti Covid-19 yang bisa berbalik dalam dua tahun. HIV sangat berbeda," tuturnya.

Data Program Bersama PBB untuk HIV/AIDS (UNAIDS) mencatat ada sekitar 9.100 warga Fiji yang hidup dengan HIV pada 2025.  Namun, hanya 39 persen dari mereka yang mengetahui status kesehatannya, dan baru 22 persen yang mendapatkan akses terapi antiretroviral. Capaian tersebut jauh berada di bawah rata-rata global, di mana 78 persen penderita HIV di seluruh dunia telah mengakses pengobatan. Sejumlah ahli kesehatan dan organisasi non-pemerintah (NGO) menyebutkan bahwa lonjakan kasus ini dipicu oleh penggunaan obat-obatan terlarang, hubungan seks tidak aman, hingga penggunaan jarum suntik bersama.

Langkah pemerintah  Terkait ketersediaan alat medis, Menteri Kesehatan Fiji Lalabalavu menyatakan bahwa pasokan jarum dan alat suntik di Fiji sebenarnya mencukupi.  Pemerintah akan mengajukan amandemen undang-undang ke parlemen agar program distribusi alat suntik dapat segera direalisasikan. Lalabalavu juga meminta masyarakat untuk aktif melakukan tes HIV dan menghentikan stigma terhadap para penderita. "Tidak ada yang boleh merasa malu, diancam, atau dikucilkan karena status HIV mereka," tegas Lalabalavu. 

"Stigma justru menjauhkan masyarakat dari layanan yang sebenarnya dapat membantu mereka," lanjutnya.

Langkah Fiji menetapkan status darurat nasional mendapat dukungan penuh dari UNAIDS.  Keputusan ini dinilai menunjukkan urgensi tinggi untuk meningkatkan penanganan di seluruh tingkatan pemerintah dan masyarakat. Direktur Eksekutif UNAIDS Winnie Byanyima mengingatkan bahwa krisis di Fiji menjadi peringatan penting bagi kawasan lain di dunia. "Ini juga menjadi pengingat keras bagi dunia bahwa AIDS belum berakhir. Epidemi HIV dapat berubah dengan cepat, dan setiap negara membutuhkan sistem kesehatan serta komunitas yang siap merespons secara cepat," kata Byanyima.


SELIMUT BEDCOVER AKIKO 190 MARLON


SUMBER : https://internasional.kompas.com/read/2026/09/17/160100470/kasus-hiv-meledak-negara-mungil-ini-tetapkan-status-darurat-nasional?page=2

SELIMUT ROSANNA VITO 160 LEVI

Baca Juga :

Komentar

Follow us on facebook

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Contact Us

Blog Archive

Cari Blog Ini

Arsip Koran



Labels

Labels

Recent Posts

Social Media

About

BTemplates.com

Blogroll

Find Us