Edisi Digital Terkini | Berita Aktual & Terpercaya

Recent Posts

Kulit Bayi Sering Merah dan Gatal, Bisa Jadi Dermatitis Atopik

 


Melihat kulit bayi tiba-tiba memerah dan terasa gatal tentu bisa membuat orang tua bertanya-tanya tentang penyebabnya. Kekhawatiran biasanya semakin besar ketika keluhan tersebut muncul berulang, apalagi jika bayi terlihat tidak nyaman dengan kondisi kulitnya. Tidak sedikit orang tua yang kemudian mencoba mengingat kembali produk atau bahan apa saja yang bersentuhan dengan kulit bayi. Padahal, kelainan kulit dengan tampilan kemerahan dan gatal dapat memiliki penyebab yang berbeda sehingga perlu dilihat dari kondisi secara keseluruhan.

Mengenal Dermatitis Atopik pada Bayi Kemerahan dan Gatal Belum Cukup untuk Menentukan Penyebab Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika, dr. Triana Agustin, SpDVE, Subsp DA, FINSDV, FAADV, mengatakan, kelainan kulit tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan keluhan kemerahan dan gatal.

“Kalau pasien cuma bilang, ‘Dok, kulit anak saya merah, gatal,’ itu bisa macam-macam, jadi kita mesti lihat lagi kelainannya apa,” ujar Triana. Menurut dia, dermatitis sendiri dapat memiliki beragam gambaran pada kulit, mulai dari bercak merah, bintil-bintil merah, hingga sisik.

Triana menjelaskan, dermatitis atopik merupakan salah satu kondisi yang memiliki kriteria tertentu, sehingga dokter perlu melihat sejumlah tanda untuk menentukan diagnosisnya. “Dermatitis atopik itu tergantung dia pada bayi, anak atau dewasa, dia punya kriteria,” terangnya. Kriteria tersebut antara lain berkaitan dengan rasa gatal, kondisi yang berulang, riwayat tertentu pada pasien atau orang tua, serta lokasi kelainan kulit yang khas.

Lokasi Kelainan Bisa Berbeda Sesuai Usia Selain melihat kondisi kulit, lokasi munculnya kelainan juga menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam dermatitis atopik. Triana mengatakan, area yang sering mengalami dermatitis atopik dapat berbeda antara bayi, anak-anak, dan orang dewasa. “Kalau pada bayi seringnya memang di pipi,” tuturnya.

Sementara itu, ketika anak semakin besar, kelainan kulit tersebut lebih sering ditemukan di area lipatan.

“Kalau pada anak atau dewasa seringnya di lipatan, di lipat siku, lipat lutut,” papar Triana.

Perbedaan lokasi tersebut penting diperhatikan karena tampilan kelainan kulit yang serupa belum tentu menunjukkan kondisi yang sama.

“Gambarannya bisa mirip, tapi diagnosisnya bisa beda,” kata Triana. Perawatan Kulit Perlu Diperhatikan Setelah dermatitis atopik dikenali, perawatan kulit menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan dalam keseharian. Triana menjelaskan, kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor genetik, reaksi alergi, dan lingkungan sehingga penanganannya tidak hanya mengandalkan obat.

“Pengobatannya enggak cuma obat, tapi yang penting adalah perawatan kulitnya, pakai sabunnya, mandinya, pakai pelembap, hindari apa yang harus dihindari,” ujar Triana. Orang tua juga perlu memperhatikan bahan yang bersentuhan langsung dengan kulit bayi karena beberapa bahan dapat memicu iritasi pada kulit dengan dermatitis atopik.

Triana menyebut pewangi atau fragrance, bahan pengawet, serta bahan yang memberikan sensasi hangat sebagai contoh bahan yang dapat menjadi pemicu.

“Kalau bahan-bahan yang bikin iritasi, misalnya pakai wangi-wangi, fragrance, terus bahan-bahan pengawet, terus bahan-bahan yang penghangat, mungkin pada bayi lain enggak masalah, tapi pada atopik itu bisa memicu,” jelasnya. Perawatan tersebut perlu dilakukan secara konsisten karena dermatitis atopik memiliki sifat kambuhan, sehingga kondisi kulit bayi perlu diperhatikan dari waktu ke waktu.


SPREI BONITA 160 T25 LINDSAY

SUMBER : https://lifestyle.kompas.com/read/2026/09/30/080400820/kulit-bayi-sering-merah-dan-gatal-bisa-jadi-dermatitis-atopik?page=2

SPREI CALIFORNIA 180 FALLON

Baca Juga :

Komentar

Follow us on facebook

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Contact Us

Blog Archive

Cari Blog Ini

Arsip Koran



Labels

Labels

Recent Posts

Social Media

About

BTemplates.com

Blogroll

Find Us